IPB University kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat keunggulan akademik yang relevan dengan tantangan zaman. Tiga Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Fakultas Ekologi Manusia, serta Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika pada Sabtu (26/7/2025) menyampaikan orasi ilmiah sesuai dengan bidang keahliannya.
Melalui orasi ilmiah ini, ketiga Guru Besar IPB University menunjukkan kontribusi nyata ilmu pengetahuan dalam mendukung pembangunan ekonomi, pertanian, dan sistem keuangan yang inklusif dan resilien.
Dalam Orasi Ilmiah hari ini, turut hadir Wakil Presiden RI 2019-2024 K.H. Ma’ruf Amin bersama istri, serta Kepala Badan Penyelenggara Haji M. Irfan Yusuf Hasyim.
Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, menyampaikan pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya merupakan tonggak penting dalam karier akademik seseorang, tetapi juga simbol dari kontribusi ilmu pengetahuan bagi kemajuan bangsa.
“Orasi ilmiah ini mencerminkan dedikasi IPB University dalam menjawab tantangan-tantangan strategis Indonesia, mulai dari pengembangan UMK, transformasi pertanian, hingga penguatan manajemen risiko melalui pendekatan aktuaria dan matematika,” ujar Prof. Arif.
Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Prof. Dr. Jaenal Effendi, mengangkat tema “Model Microbanking Syariah untuk Akselerasi Pengembangan Usaha Mikro Kecil yang Berkelanjutan di Indonesia.” Dalam orasinya, ia menyoroti kesenjangan signifikan dalam akses pembiayaan yang masih dihadapi oleh pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK), baik dari lembaga keuangan formal konvensional maupun syariah.
Oleh karenanya, menurut Prof. Jaenal dibutuhkan pendekatan “Bridging the Gap” yang menekankan tiga pilar utama, yaitu konektivitas antara UMK dan lembaga keuangan syariah, transformasi sistemik kelembagaan, serta nilai-nilai spiritual dan sosial sebagai dasar keuangan inklusif.

“Kehadiran model microbanking syariah yang berbasis pada nilai keadilan dan inklusi sosial sangat penting untuk menjangkau pelaku UMK secara lebih adil, efisien, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Amiruddin Saleh, Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia, menyampaikan orasi berjudul “Inovasi Kelembagaan Pertanian: Analisis Komunitas Estate Padi dan Kampus Desa di Indonesia”.
Dalam pemaparannya, Prof. Amiruddin menggarisbawahi pentingnya kelembagaan berbasis komunitas dan pemanfaatan teknologi digital dalam menghadapi tantangan regenerasi petani, fragmentasi usaha tani, serta kesenjangan antara dunia akademik dan masyarakat desa.
“Transformasi pertanian tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan manajemen teknis atau manajemen kelembagaan. Diperlukan model kelembagaan yang adaptif, berbasis komunikasi kelompok, dan ditopang teknologi digital agar petani dan desa bisa mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Guru Besar Ketiga, Prof. Dr. Endar Hasafah Nugrahani dari Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika, mengusung tema “Pemodelan Matematika dan Aktuaria dalam Strategi Hedging, Manajemen Risiko dan Asuransi”.
Prof. Endar menguraikan peran penting pemodelan matematika dan aktuaria dalam memperkuat sistem asuransi dan pengelolaan risiko, termasuk dalam konteks mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
“Pemodelan dalam aktuaria bukan sekadar alat statistik, melainkan landasan strategis dalam pengambilan keputusan berbasis risiko. Aplikasinya tidak hanya dalam asuransi jiwa dan umum, tetapi juga dalam konteks bencana dan ketidakpastian ekonomi,” jelas Prof. Endar.

