Rektor IPB University Prof. Dr. Arif Satria menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam membangun transformasi melalui kolaborasi Pentahelix. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
“Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan kompleks hari ini. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, pemerintah, media, dan masyarakat,” kata Prof. Arif dalam kegiatan sharing Pentahelix Collaboration, Sabtu (18/10/2025).
Ia menjelaskan, akademisi berperan menghadirkan ilmu pengetahuan dan riset yang menjadi dasar kebijakan dan inovasi. Dunia usaha berkontribusi melalui investasi, hilirisasi, dan penerapan hasil riset di lapangan. Pemerintah berperan menciptakan ekosistem regulasi dan kebijakan yang mendukung kolaborasi.
Sementara itu, media menjadi jembatan komunikasi yang menyebarkan informasi dan membangun kesadaran publik, serta masyarakat menjadi pelaku utama yang merasakan manfaat dan menjaga keberlanjutan hasil inovasi.Melalui pendekatan Pentahelix, lanjutnya, IPB University terus mendorong kolaborasi yang produktif, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa.
“Bagi kami, inovasi tidak hanya tentang menemukan hal baru, tetapi juga tentang membangun perubahan bersama,” katanya.
Prof. Arif mengatakan, kepemimpinan menjadi faktor penting untuk memastikan kolaborasi berjalan efektif. Pemimpin, kata dia, harus mampu memberikan visi yang jelas dan meyakinkan agar seluruh pemangku kepentingan bergerak di bawah tujuan bersama. Selain itu, komunikasi terbuka dan kepercayaan menjadi kunci untuk menjembatani perbedaan kepentingan dan mendorong kolaborasi sejati.
“Pemimpin juga perlu memberdayakan para pemangku kepentingan dengan mengenali kekuatan dan sumber daya unik mereka, serta mengelola konflik dengan empati dan orientasi solusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, dampak nyata dari kolaborasi perlu ditunjukkan melalui metrik dan hasil yang terukur.
“Ketika hasilnya terlihat, komitmen semua pihak akan semakin kuat untuk terus berkolaborasi,” ujarnya.

