Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, menjadi narasumber dalam The 23rd China International Talent Exchange Conference yang diselenggarakan oleh Sun Yat-sen University, Tiongkok. Konferensi bergengsi ini menjadi wadah bagi para akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan talenta global dan inovasi berkelanjutan.
Dalam paparan bertema “Cultivating the Next Generation of Blue Leaders through Regional/Global Networks,” Prof. Arif menyampaikan pandangannya tentang pentingnya membangun generasi baru pemimpin biru (Blue Leaders) yang memiliki kepedulian, kapasitas ilmiah, dan jejaring internasional kuat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
“Lautan bukan sekadar perairan; ia adalah sistem kehidupan — sumber pangan, pengatur iklim, dan fondasi penting bagi peradaban manusia. Kita membutuhkan generasi baru pemimpin biru yang dibekali pengetahuan, teknologi, dan jejaring global untuk mendorong perubahan transformatif,” ujar Prof. Arif, Selasa (21/10/2025).

Salah satu hal yang dibahas Prof. Arif ialah terkait Blue Leaders. Ia menjelaskan, Blue Leaders adalah ilmuwan, pembuat kebijakan, pendidik, inovator, dan wirausahawan yang mendorong pemanfaatan dan tata kelola laut secara berkelanjutan. Kepemimpinan mereka berakar pada pengambilan keputusan berbasis sains, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi yang bertanggung jawab untuk memastikan masa depan lautan tetap terjaga.
Lebih lanjut, Prof. Arif menegaskan komitmen IPB University dalam memperkuat peran kepemimpinan di bidang ekonomi biru dan pengelolaan kelautan melalui kolaborasi interdisipliner, inovasi, dan konektivitas global. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah penerapan konsep IPB Agro-Maritim 5.0, yang mengintegrasikan pengelolaan daratan dan lautan secara transdisipliner dan partisipatif. Konsep ini menghubungkan kemajuan teknologi dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta mendorong sinergi antara produktivitas, keberlanjutan, dan kedaulatan sumber daya alam.
Prof. Arif juga menekankan bahwa visi pengembangan Blue Leadership sejalan dengan target global “30×30” — yakni melindungi sedikitnya 30 persen lautan dunia pada tahun 2030 melalui kawasan lindung laut dan perjanjian internasional yang kuat.
“Memberdayakan pemimpin biru berarti memberi lautan peluang untuk melawan krisis iklim dan keanekaragaman hayati. Di IPB University, kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari upaya kolektif global ini — saling belajar, menciptakan solusi bersama, dan memperkuat dampak jaringan regional dan internasional,” ucapnya.

