IPB University secara resmi meluncurkan desain toga terbaru hasil rancangan desainer ternama Indonesia, Didiet Maulana. Perkenalan toga baru ini dilakukan dalam Sidang Terbuka Wisuda dan Penyerahan Ijazah Program Pendidikan Doktor, Magister, dan Sarjana Tahap VI Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar pada Rabu (21/5/2025).
Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, memperkenalkan langsung toga baru tersebut kepada para wisudawan dan undangan.
Dalam sambutannya, Prof. Arif menyampaikan bahwa toga ini akan menjadi pakaian resmi dalam seluruh prosesi wisuda IPB ke depan. Meski begitu, toga baru belum dapat digunakan oleh para wisudawan pada tahap ini karena belum sepenuhnya tersedia.
“Toga baru IPB dirancang oleh seorang perancang perusahaan terkenal di Indonesia, yang bernama Didiet Maulana. Toga ini nanti akan berlaku untuk seluruh prosesi dan seluruh mahasiswa,” ujar Prof. Arif.
Rangkaian motif tenun yang digunakan pada toga ini merupakan hasil perjalanan panjang yang telah ditempuh selama beberapa tahun. Setiap detail dalam desainnya menjadi bukti bahwa tidak ada sesuatu yang instan—semua melalui proses, lengkap dengan pasang surut serta naik turun.
Motif-motif pada toga terinspirasi dari flora-flora khas Indonesia. Mulai dari akar, batang, daun, hingga pucuk—seluruh elemen tumbuhan memiliki peranan penting. Filosofi ini menggambarkan proses bertumbuh, berproses, dan berkembang, sebagaimana semangat Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi dasar pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Salah satu motif yang ditampilkan juga melambangkan persatuan dan kolaborasi, mencerminkan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan tinggi yang utuh dan inklusif.
Tidak hanya dalam motif, unsur budaya juga tercermin melalui siluet dan bentuk toga. Toga sebagai elemen visual utama terinspirasi dari keanggunan dan kelewahan budaya Indonesia—sebuah negeri yang kaya dengan 17.000 pulau dan beragam bahasa daerah. Keberagaman ini bukan hanya kekayaan, tetapi juga kekuatan yang mempersatukan.
“Keberagaman kita adalah kekuatan kita. Perbedaan kita adalah kekuatan kita. Dan itulah yang akan terjadi ketika Anda semua terjun ke masyarakat,” ujar Didiet saat menyampaikan filosofi toga bernama Dhara Sadhaniya ini.
Lebih dari sekadar seragam, toga baru IPB ini diharapkan menjadi doa yang menyertai para lulusan dalam perjalanan mereka mengabdi kepada masyarakat. Sebuah simbol dari mimpi, niat, dan semangat baik yang terpancar, menyatu dalam tiap helai benangnya.

