Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, membuka secara resmi The First TIAS International Student Gathering (TIAS 2025) di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Kamis (30/10/2025). Kegiatan TIAS 2025 diawali dengan kuliah umum oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Brian Yuliarto secara daring, serta Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nagara, dan dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Prof. Arif menyampaikan IPB University merasa terhormat ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan perdana mahasiswa penerima beasiswa internasional ini. Mengusung tema “Seeds of Solidarity: Fostering Youth-Based Innovation for a Sustainable Future”, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan ide dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.
“Tema ini memberikan harapan bagi Anda semua untuk berkembang, menjadi pemimpin inovasi bagi komunitas Anda, menjadi seorang teknososiopreneur. Itulah yang kami kembangkan di sini, di kampus ini,” ujar Prof. Arif.

Ia juga menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun keterlibatan global bagi IPB University. Seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat akan difokuskan untuk memberikan dampak nyata bagi mitra internasional, terutama di kawasan Global Selatan.
“Upaya ini melampaui pengakuan internasional melalui peringkat global. Saat ini IPB berada di posisi 399 dunia dan menjadi yang teratas di Asia Tenggara dalam bidang Pertanian dan Kehutanan. Dengan jaringan lebih dari 500 mitra internasional, kami berkomitmen memperluas kontribusi kami bagi dunia,” tambahnya.
Selain memperkuat kolaborasi global, IPB University juga terus membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di kampus ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Kementerian Keuangan, serta pihak-pihak terkait atas kepercayaan yang diberikan kepada IPB University sebagai tuan rumah kegiatan ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nagara mengatakan, Indonesia memberikan beasiswa internasional seperti TIAS sebagai upaya negara ikut serta melaksanakan dan memajukan ketertiban dunia, serta bekerja bersama dengan seluruh negara di dunia seperti yang tertuang dalam UUD 1945.
Oleh karenanya, kata Suahasil, Indonesia membuka diri agar banyak warga dunia bisa belajar di Indonesia. Melalui beasiswa TIAS sendiri, terdapat 256 penerima yang berasal dari 26 kampus pada 18 negara di seluruh dunia.
“Beberapa dari kita (orang Indonesia) mencari kesempatan belajar di luar negeri dan kita juga membuka kesempatan bagi orang luar negeri belajar di Indonesia. Kita kumpulkan menggunakan dana yang dikelola oleh Indonesian AID (Indonesian Agency for International Development). Ini adalah menjadi bentuk kebanggaan Indonesia supaya warga dunia kemudian bisa mengenal Indonesia,” tegasnya.

